Suara warga Desa Bumiarjo Makmur, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menggelinding deras dalam masa reses DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Dua tuntutan utama mengemuka: pengecoran jalan provinsi di Arah Belida dan penambahan frekuensi angkutan umum yang dinilai masih minim.
Kepala Desa Bumiarjo Makmur, Sukris Raharjo, menjadi corong aspirasi warganya. Ia menyampaikan harapan agar pembangunan jalan di wilayahnya segera dilanjutkan. Bahkan, menurutnya, ada sinyal positif dari pihak swasta (PT) yang siap turun tangan membantu jika proyek itu direalisasikan.
“Alhamdulillah kalau jalan dilanjutkan, PT mau bantu juga,” ujar Sukris mewakili warga yang sudah lama menanti perbaikan akses.
Warga secara khusus menyoroti ruas jalan di Arah Belida yang kondisinya baru ada berapa kilo di cor di harapkan melalui reses ini kami ngusulkan di cor semua. “Di karenakan Jalan tersebut adalah jalan provinsi, kami minta segera dilakukan pengecoran,” tegasnya. Aspirasi ini sejalan dengan temuan di berbagai titik reses lain di OKI, di mana infrastruktur jalan selalu menjadi keluhan utama warga.
Tak hanya soal jalan, seorang warga bernama Oskar Tampu, yang mengaku asli Medan namun kini menetap di Sumsel, menyuarakan keresahan tentang transportasi umum. Menurutnya, meski bus DAMRI sudah hadir di OKI, jadwalnya yang terbatas membuat mobilitas warga terganggu.
“Kami minta transportasi umum setiap jam ada, tidak usah jauh-jauh dari rumah sampai ke sekolah saja,” kata Oskar. Warga berharap ada penambahan armada dan frekuensi agar anak-anak sekolah serta pekerja tak perlu menunggu lama di halte.
Warga juga mengusulkan dan menganalisa alangke bagusnya exit tol bisa di bangun bumiarjo makmur, bumiarjo induk,menuju Mukti sari kurang lebih pajang ruas jalan 4,5 kilu menuju jalan tol.
Aziz Ari saputra SH akan mendorong pembangunan exit tol dan berkomunikasi dengan pihak pihak terkait supaya bisa terealisasi.
Kemudian Seluruh aspirasi yang diserap dalam reses masa sidang VI tahun anggaran 2026 ini akan dirangkum dan diperjuangkan melalui mekanisme Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Wakil rakyat pun berkomitmen untuk membawa usulan pengecoran jalan provinsi dan penambahan frekuensi DAMRI ke pembahasan prioritas pembangunan daerah.
Warga Bumiarjo Makmur kini berharap, suara mereka tak berakhir sebagai janji di atas kertas. Mereka menunggu realisasi pembangunan yang telah lama dinanti, baik dari pemerintah provinsi maupun dukungan swasta yang mulai menggeliat.(DONI PRATAMA)












