Upaya memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat terus dilakukan Bank Jambi melalui kolaborasi strategis dengan Bank bjb. Kedua bank pembangunan daerah tersebut resmi menjalin kerja sama penyaluran kredit dengan skema Joint Financing (JF), sebagai langkah memperluas layanan pembiayaan yang lebih mudah dijangkau, transparan, dan berkelanjutan.
Skema Joint Financing memungkinkan kedua perbankan berbagi porsi pembiayaan dalam satu fasilitas kredit. Pola ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas penyaluran dana, memperkuat manajemen risiko, sekaligus menghadirkan layanan yang lebih efisien kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah. Dengan kolaborasi antarlembaga keuangan daerah, akses masyarakat terhadap sumber pembiayaan produktif diharapkan semakin luas dan merata.
Dalam agenda penandatanganan kerja sama itu, Direktur Konsumer dan Ritel Bank bjb, Nunung Suhartini turut hadir sebagai representasi komitmen penguatan sinergi antar-BPD di Indonesia.
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi yang didampingi Plt Direktur Kredit dan Syariah, Achmad Nunung HS menyebut kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis perbankan, tetapi juga menjadi strategi memperkuat pelayanan keuangan bagi masyarakat.
Menurutnya, sinergi itu diharapkan mampu menghadirkan proses pembiayaan yang lebih efektif dan aman, sekaligus memberikan solusi kredit yang lebih fleksibel untuk mendukung berbagai kebutuhan produktif masyarakat.
Kolaborasi antara Bank Jambi dan Bank bjb juga dinilai menjadi gambaran bahwa sinergi antarbank daerah dapat menciptakan kekuatan baru dalam sektor pembiayaan nasional. Dengan dukungan sistem pembiayaan yang lebih terintegrasi, peluang masyarakat memperoleh akses kredit untuk pengembangan usaha, investasi, maupun kebutuhan produktif lainnya semakin terbuka.
Melalui langkah tersebut, Bank Jambi menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi sebagai bank daerah yang inovatif dan adaptif dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui sektor pembiayaan yang inklusif.













