Selayangnews.id, MERANGIN – Pemkab Merangin berencana membangun Rumah Sakit Type D. dan Meranti menjadi lokasi rumah sakit baru itu akan dibangun.
Untuk pendirian Rumah Sakit Type D ini, pemerintah membutuhkan anggaran berkisar Rp 80 Milliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan proses pembangunan dimulai tahun 2026.
Terkait pembangunan Rumah Sakit Type D ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Merangin, Sony Propesma. Ia menyebutkan, hal itu guna mendukung Visi Misi Bupati Merangin.
“Untuk menyelesaikan visi misi Bupati terkait pembangunan rumah sakit Type D, kita upayakan,” kata Sony kepada awak media, Selasa (12/8/2025).
Sony mengaku, terkait anggaran untuk pembangunan Rumah Sakit Type D tersebut sudah diusulkan ke Kementerian Kesehatan.
“Maka nanti dari Kementerian Kesehatan apa yang jadi prioritasnya, misalnya untuk Jantung, atau cuci darah, kita ikuti saja apa yang menjadi kebutuhan. Jadi, menyesuaikan dengan program pemerintah pusat, sebagai perpanjangan tangan, apa yang musti kita lakukan, khususnya untuk rumah sakit kita,” terangnya.
Untuk lokasi pembangunan yang diusulkan adalah di Desa Meranti Kecamatan Renah Pamenang. Sony mengatakan, ada beberapa lokasi yang juga menjadi opsi, yang tentunya lokasi lainnya juga cukup potensial, seperti di Tabir Selatan berbatasan dengan Sarolangun, dan juga Kecamatan Pamenang, kemudian wilayah Jangkat sekitarnya diusulkan di Kecamatan Masurai.
“Tapi animo masyarakat Meranti cukup tinggi, mereka sudah siapkan 2 Hektar lahan. Kita lihat lah perkembangan dari pemerintah pusat, apa respon mereka terhadap lokasi yang diusulkan terkait kelayakan,” jelasnya.
Karena Pemkab Merangin punya rumah sakit baru, apakah perhatian pemerintah tidak berkurang terhadap rumah sakit yang sudah ada, yakni RSUD Kolonel Abundjani Bangko?
“Inikan upaya dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan. Rumah sakit daerah yang ada tetap berbenah diri untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
RSUD Kolonel Abundjani Bangko juga akan memenuhi kebutuhan masyarakat, menurut Sony, Rumah Sakit milik pemerintah tersebut tengah melengkapi Sarana dan prasarana.
“Contohnya transfusi darah, kemudian cuci darah, siti scan dan alat lainnya. itu sudah dalam usulan,” ujar Sony lagi.
Selain rumah sakit umum, puskesmas juga akan berbenah, menjadikan Puskesmas rawat jalan ke Puskesmas rawat inap. “Saat ini baru 16 Puskesmas, ini ada dua lagi progres, Mudah-mudahan berkelanjutan,” tambahnya. (Supmedi)