Adinda Aisyah Welliani, mahasiswa Program Studi Kedokteran Semester 4, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA), berhasil meraih Juara 3 National Essay Competition ADRENALINE 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) pada 18 April 2026. Prestasi ini menambah deretan pengalaman kompetisi nasional yang telah tujuh kali diikutinya sejak bergabung di FKIK UNJA.
Dalam kompetisi bertema musculoskeletal ini, Adinda mempersembahkan inovasi platform digital berbasis kecerdasan buatan untuk deteksi dini sarcopenia, yaitu kondisi penyusutan massa otot yang umum terjadi pada lansia. Inovasi tersebut ia rancang dengan nama M-POWER.
Kompetisi ADRENALINE 2026 ini diikuti oleh 50 peserta dari 22 universitas di seluruh Indonesia. Dari puluhan karya yang masuk, Adinda terpilih menjadi bagian dari Top 5 finalis yang berhak mempresentasikan esainya secara langsung di hadapan dewan juri di Surabaya.
“Seleksinya sangat panjang, mulai dari penyusunan naskah hingga tahap final yang menuntut penguasaan materi secara mendalam. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengemas isu sarcopenia ini menjadi sebuah inovasi digital yang mudah diakses namun tetap memiliki landasan medis yang kuat,” ungkap Adinda.
M-POWER dikembangkan sebagai aplikasi mobile health berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning yang membantu pengguna mendeteksi risiko sarcopenia secara mandiri. Aplikasi ini memiliki fitur AI Grip-Cam dan Calf-Vision AI yang memungkinkan skrining kekuatan serta massa otot hanya melalui kamera smartphone, tanpa alat medis khusus.
Selain itu, tersedia fitur Muscle Avatar berbasis gamification untuk memantau perkembangan kondisi fisik pengguna secara interaktif. M-POWER juga terintegrasi dengan API SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan dan aplikasi SIPGAR sehingga data pengguna dapat tersinkronisasi dengan ekosistem kesehatan digital nasional.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari dosen pembimbing Adinda, yakni dr. Huntari Harahap, M.Biomed selaku Kepala Program Studi Kedokteran dan dr. Esa Indah Ayudia, M.Biomed selaku Sekretaris Jurusan Kedokteran.
“M-POWER yang dirancang oleh mahasiswi kami, Adinda Aisyah Welliani, hadir sebagai solusi digital transformatif berbasis AI untuk menjawab urgensi pencegahan sarcopenia melalui deteksi dini serta pendampingan fungsional secara real-time. Melalui inovasi ini, kami berharap integrasi teknologi tersebut mampu mereduksi hambatan aksesibilitas pemeriksaan bagi masyarakat luas serta secara signifikan menurunkan tingkat ketergantungan fisik lansia di masa depan,” ujar dr. Huntari Harahap, M.Biomed.
Adinda mengungkapkan bahwa inovasi ini berangkat dari kepeduliannya terhadap kualitas hidup lansia. Menurutnya, sarcopenia sering dianggap sebagai bagian normal dari penuaan, padahal kondisi tersebut memerlukan penanganan sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan fisik yang lebih serius.













