OKI  

Strategi Jitu Farid hadi sasongko dan H.M.Dja’far Shodiq di Balik Kursi Ketua PKB OKI.

Pengamat menilai keputusan mengejutkan dari rapat formatur yang mengembalikan H.M. Dja’far Shodiq ke pucuk pimpinan DPC PKB OKI bukan sekadar pergantian biasa, melainkan sebuah manuver politik yang diperhitungkan untuk menjaga soliditas partai.

 

KAYUAGUNG – Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyajikan drama politik yang menarik perhatian. Hanya berselang sepekan setelah DPP PKB mengumumkan kepengurusan baru, DPW PKB Sumsel melaksanakan rapat formatur yang di hadiri oleh utusan DPP PKB Ahmad Iman Syukri yang digelar di kantor DPW Sumatera Selatan pada Kamis (18/6/2026).

 

H.M. Dja’far Shodiq kembali dipercaya untuk memimpin DPC PKB OKI untuk periode 2026-2031, menggantikan posisi Farid Hadi Sasongko yang sebelumnya ditetapkan DPP pada 11 Juni lalu . Keputusan yang diambil dalam rapat yang dihadiri utusan DPP PKB Ahmad Iman Syukri ini sontak menjadi pembicaraan hangat di kalangan kader dan pengamat politik setempat.

 

Bukan sekadar pergantian, langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi politik yang telah diperhitungkan dengan matang oleh kedua tokoh sentral PKB OKI: Farid Hadi Sasongko dan H.M. Dja’far Shodiq. Keduanya disebut-sebut tengah bermain cantik untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas organisasi partai di Bumi Bende Seguguk.

 

Strategi di Balik Layar

 

Seorang kader PKB OKI, Doni Pratama, menilai peristiwa ini bukan Konflik, melainkan sebuah konsolidasi yang terencana. Menurutnya, dinamika yang terjadi adalah upaya kolektif untuk meningkatkan elektabilitas partai di tengah masyarakat serta memperkuat pondasi internal. “Strategi ini adalah cara untuk merawat loyalitas kader dan menjaga soliditas partai menjelang berbagai agenda politik ke depan,” ujarnya.

 

Langkah ini menunjukkan bahwa PKB OKI tengah memainkan panggung politiknya dengan cerdas, memastikan bahwa pergantian tongkat estafet berjalan mulus tanpa menimbulkan perpecahan.

 

Dengan di nahkodainya kembali DPC PKB OKI oleh H.M. Dja’far Shodiq, partai dinilai akan memiliki kepemimpinan yang lebih efektif dalam menggerakkan roda organisasi. Di sisi lain, Farid Hadi Sasongko tetap menjadi figur penting dalam peta kekuatan politik PKB di Bumi Bende Seguguk dan memastikan strategi dan struktur partai tetap solid .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *