Dosen Agribisnis UNJA Wakili Indonesia dalam Zero Waste Academy 2026, Raih Tiga Penghargaan Internasional

Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Nurul Iqamah Elza, S.E., M.Si., berhasil terpilih sebagai penerima beasiswa penuh (fully funded) dalam program Zero Waste Academy (ZWA): Community Zero Waste Program Implementation Course, Global Cohort 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA) bekerja sama dengan Mother Earth Foundation (MEF), dan dilaksanakan secara luring pada 18–26 April 2026 di Filipina, mencakup Metro Manila, Pampanga, Dumaguete, dan Siquijor.

 

Pencapaian ini tidak diraih dengan mudah. Program diawali dengan seleksi ketat melalui pelatihan daring yang mencakup kelas, diskusi, penugasan, dan ujian. Dari ratusan peserta yang mengikuti tahapan seleksi tersebut, hanya 36 orang dari 12 negara yang berhasil lolos untuk mengikuti kegiatan luring, dan Nurul Iqamah Elza menjadi satu-satunya peserta dari UNJA yang terpilih. Beasiswa penuh yang diterimanya mencakup tiket pesawat internasional pulang-pergi, penerbangan domestik, transportasi selama kegiatan, konsumsi, akomodasi, serta biaya pelatihan.

 

Tidak hanya lolos seleksi, Nurul juga menorehkan sejumlah prestasi selama program berlangsung. Ia meraih Juara 3 Quiz Bee, penghargaan Social Media Star sebagai pemenang Social Media Challenge, serta Runner Up proposal kegiatan untuk memperingati International Zero Waste Month 2027.

 

Selama kegiatan, peserta mengikuti workshop, diskusi, dan presentasi tantangan (challenge) seputar pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta melakukan kunjungan langsung ke berbagai fasilitas pengelolaan sampah di Filipina. Peserta juga terlibat dalam kegiatan penilaian sampah rumah tangga dan kampanye edukasi langsung kepada masyarakat. Materi mengenai isu anti-pembakaran sampah dan pengelolaan limbah medis disampaikan oleh Dr. Jorge Emmanuel, PhD, peneliti senior dari Silliman University sekaligus mantan Penasihat Teknis untuk program lingkungan global di United Nations Development Program (2003–2015).

 

Nurul menyampaikan bahwa pengalaman ini membuka banyak peluang yang dapat dibawa kembali ke lingkungan akademik UNJA.

 

Program ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual mengenai zero waste, tetapi juga pengalaman langsung dalam melihat implementasinya di tingkat komunitas. Ke depan, pengalaman ini dapat diintegrasikan ke dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik melalui pengayaan materi perkuliahan, pengembangan penelitian, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan program zero waste di tingkat lokal,” ujarnya.

 

Keikutsertaan Nurul dalam program bertaraf internasional ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dan jejaring global UNJA, sekaligus mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat diterapkan di lingkungan lokal.

Kunjungi : http://www.unja.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *