KERINCI — Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhari, menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kabupaten Kerinci yang digelar di ruang Pola Kantor Bupati Kerinci. Kegiatan ini berlangsung bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan daerah. (06/05/2026)
Rakor tersebut turut dihadiri Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Murison, Sekda Zainal Efendi, para kepala OPD, pimpinan perbankan seperti BNI, BRI, dan Mandiri, serta perwakilan Bursa Efek Indonesia wilayah Jambi.
Kepala OJK Jambi, Yan Iswara Rosya, menegaskan bahwa TPKAD memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan masyarakat guna memperkuat perekonomian daerah. Upaya ini juga diarahkan untuk menggali potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan berbagai produk dan layanan jasa keuangan.
Ia menyebutkan, tantangan yang dihadapi saat ini adalah maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong. OJK mencatat telah menutup sekitar 953 pinjol ilegal. Sementara itu, pinjol legal hanya diizinkan mengakses tiga fitur, yakni kamera, mikrofon, dan lokasi pengguna.
Program TPKAD Kerinci 2026 Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah program strategis TPKAD Kabupaten Kerinci tahun 2026, antara lain pengembangan ekonomi inklusif berbasis sektor pertanian serta upaya mewujudkan Kerinci yang berdaya saing, maju, dan sejahtera.
Selain itu, diluncurkan pula program kredit melawan rentenir sebagai langkah konkret melindungi masyarakat dari praktik pinjaman berbunga tinggi.
Dukungan Bank Jambi
Dirut Bank Jambi, Khairul Suhari, menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam mendukung program TPKAD. Ia menyampaikan bahwa seluruh jaringan kantor cabang Bank Jambi siap memberikan layanan perbankan berbasis syariah.
“Sebanyak 59 kantor cabang Bank Jambi telah siap melayani layanan syariah. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap pengembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp72 miliar. Sementara melalui Agen Bank Jambi, penyaluran kredit di Kabupaten Kerinci menembus lebih dari Rp12 miliar.Dalam aspek tanggung jawab sosial, Bank Jambi telah menyalurkan dana CSR selama 10 tahun sebesar Rp4,05 miliar. Khusus tahun 2025, realisasi CSR mencapai Rp349 juta.
“Kami akan terus mensupport seluruh program yang ada di Kabupaten Kerinci,” tambahnya.
Perkuat SinergiStruktur TPKAD Kabupaten Kerinci melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, hingga instansi vertikal lainnya.Rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Selain itu, program yang dirancang juga ditargetkan mampu menekan praktik rentenir dan pinjol ilegal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(*)













