Catat…. CFD di Kantor Gubernur tanggal 9 Agustus di liburkan ini alasannya

Kota Jambi — Pengurus dan para pedagang Car Free Day (CFD) memutuskan untuk meliburkan sementara aktivitas berjualan pada kegiatan CFD yang dijadwalkan pada tanggal 9 Agustus mendatang. Langkah ini diambil secara mandiri sebagai respon atas rencana penataan jalur dan layout tempat untuk ajang kegiatan Presisir Run 2026.

 

Keputusan tersebut disampaikan oleh Ketua/Pengurus Asosiasi Pedagang CFD Buhari usai melakukan peninjauan langsung di lapangan serta berdiskusi dengan panitia penyelenggara, dinas terkait, dan aparat keamanan gabungan (TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan).

 

Berdasarkan peninjauan di lapangan, rute utama dari depan Bank Indonesia (BI) hingga ke arah Lapangan Garuda Kantor Gubernur dialokasikan penuh sebagai lintasan lari. Sementara itu, kawasan perkantoran di sekitarnya, seperti area Kantor Camat, diperuntukkan bagi lahan parkir para peserta dan pengunjung.

 

Sebagai gantinya, para pedagang CFD diarahkan untuk mengalihkan lapak mereka ke area belakang gedung BI dan belakang Kantor Kejaksaan Tinggi. Namun, pihak pedagang menilai relokasi tersebut kurang ideal.

 

“Berdasarkan pengalaman kita sebelumnya, pengalihan lokasi ke area belakang BI dan Kejaksaan Tinggi itu sangat minim pengunjung. Penataan seperti ini tidak efektif dan tidak strategis untuk pedagang mengais rezeki,” ujar Ketua Pengurus CFD dalam keterangannya.

 

Ia menambahkan, daripada memaksa berjualan di lokasi penampungan sementara yang sepi pengunjung dan berpotensi menimbulkan kerugian materiil, pengurus mengambil inisiatif untuk meliburkan kegiatan CFD pada tanggal 9.

 

“Kami memohon pengertian dan kebesaran hati dari seluruh kawan-kawan pedagang. Tanpa harus memperdebatkan masalah surat resmi dari Pemprov maupun panitia, kita mengambil keputusan bersama untuk meliburkan CFD pada tanggal 9 Agustus, dan insyaAllah akan kembali buka seperti biasa pada tanggal 16,” lanjutnya.

 

Selama libur sementara pada tanggal 9 tersebut, para pedagang diimbau untuk dapat memanfaatkan alternatif lain, seperti berjualan di lapak harian masing-masing, di depan rumah, atau lokasi strategis lainnya. Pengurus berharap seluruh pedagang dapat memahami kondisi ini dan mendoakan kelancaran rezeki bagi para pelaku UMKM di tempat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *