Kayuagung- Sikap arogansi ditunjukkan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten OKI, Sumsel, berinisial R saat bertugas melakukan pengamanan pelaksanaan gerak jalan, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 81, Rabu (12/8/2026).
Oknum anggota Satpol PP OKI itu diduga mengusir, hingga mengeluarkan kata-kata kasar kepada warga yang hendak melihat anaknya yang andil sebagai peserta gerak jalan, di depan Pendopo Rumah Dinas (Rumdin) Bupati OKI.
Arogansi saat bertugas merupakan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan etika pelayanan publik.
Petugas seharusnya mengedepankan tindakan persuasif, humanis, dan tegas secara profesional, bukan dengan kekerasan atau kekuasaan.
Informasi yang dihimpun dilapangan, pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 11.00WIB, datang seorang warga di depan Pendopo Rumdin Bupati OKI sembari meneguk air melepas dahaga.
Sesampai di lokasi kejadian, seketika datang oknum anggota Satpol PP berinisial R menghampiri, mengusir warga sembari mencak-mencak dan mengeluarkan kata-kata kasar hingga membusungkan dada.
Kendati pun sempat dihalau anggota Satpol PP lain dengan nada lembut dan sopan, namun oknum anggota Satpol PP inisial R tetap bertindak arogansi dalam bertugas.
“Dia (oknum) datang tiba-tiba langsung mengusir dan berkata kasar. Harusnya anggota Satpol PP lebih mengutamakan pendekatan dialogis, humanis, dan persuasif tanpa menggunakan kata-kata kasar. Ini kan pesta rakyat dan warga berhak menonton gerak jalan. Jangan hanya gara-gara ulah satu oknum, warga tak nyaman menonton pesta rakyat,” geram Ucu, kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Dia berharap Bupati OKI melalui Satpol PP dan Inspektorat OKI dapat melakukan pembinaan melekat kepada anggota Satpol PP agar kedepan dapat melaksanakan tugas sesuai SOP berlaku.
Sementara itu, Kasat Pol PP dan Damkar OKI Hilwen, SH., M.Si., membenarkan oknum inisial R merupakan anggota Satpol PP OKI yang melakukan pengamanan gerak jalan.
“Ini akan menjadi atensi kami.
Semoga kedepan tidak terulang lagi dan kami berkomitmen melakukan pendekatan secara humanis dan persuasif dalam menjalankan tugas,” singkatnya.(rel)












