OKI, Minggu 10 Mei 2026 – Wajah-wajah bahagia dan rasa lega mendalam kini terlihat jelas di setiap sudut wilayah Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Masalah pelik yang berhari-hari mencekik kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat, yakni aliran sungai yang tertutup rapat dan berubah menjadi hamparan luas gulma air jenis Timboan, akhirnya tuntas teratasi sepenuhnya hari ini.
Keberhasilan besar ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan buah dari kerja keras luar biasa, ketegasan, dan koordinasi intensif yang dilakukan langsung oleh Camat Pedamaran, Yusnursal, SE, MSi, yang bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan menyatukan dukungan Pemerintah Kabupaten OKI melalui dinas-dinas teknis terkait.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir aliran sungai di Pedamaran lumpuh total. Pertumbuhan gulma Timboan yang sangat masif, tebal, dan luas membuat warga tak berdaya; tidak bisa melaut, tidak bisa mencari ikan maupun purun, dan akses perairan terputus total. Kondisi memprihatinkan ini pun sempat menjadi sorotan dan keprihatinan berbagai elemen masyarakat, termasuk Ikatan Keluarga Besar Macan Lindungan Sumatera Selatan (IKBML Sumsel) yang turut menyuarakan aspirasi agar masalah ini segera diselesaikan.
Namun, ketegasan dan komitmen Camat Pedamaran sejak awal turun langsung meninjau lokasi menjadi kunci utama perubahan situasi. Berkat langkah cepat dan laporan rinci yang disampaikan Camat ke Pemerintah Kabupaten, hari ini dilaksanakan penanganan besar-besaran dan pembersihan total. Terlihat hadir langsung di lokasi untuk memimpin pelaksanaan teknis, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Kabupaten OKI, Samo. Turut hadir dan ambil bagian aktif pula perwakilan dari Dinas Pertanian, serta puluhan warga yang dengan sukarela turun tangan bahu-membahu membantu proses pembersihan.
Penanganan kali ini dilakukan secara lebih menyeluruh dan tepat sasaran, tidak hanya sekadar memotong gulma tetapi juga memastikan potongan-potongan gulma tersebut tidak kembali hanyut dan menumpuk di lokasi lain seperti yang terjadi sebelumnya.
Menanggapi keberhasilan pembersihan ini, Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Macan Lindungan Sumatera Selatan (IKBML Sumsel), Wandriasyah (yang akrab disapa Wawan), memberikan apresiasi dan pujian yang sangat tinggi atas respon cepat dan tindakan nyata yang dilakukan Camat Pedamaran dalam merespons aspirasi masyarakat.
“Kami dari IKBML Sumsel sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan kami dan mengangkat aspirasi masyarakat Pedamaran yang sangat menderita akibat sungai yang tertutup Timboan. Saat itu kami meminta agar masalah ini tidak dibiarkan dan harus ada solusi tuntas. Dan hari ini, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Camat Pedamaran, Bapak Yusnursal, yang merespons aspirasi tersebut dengan sangat luar biasa.
Beliau tidak mendiamkan laporan masyarakat, tidak beralasan ini itu, tapi langsung bergerak, berkoordinasi, dan membuktikan bahwa apa yang menjadi keluhan rakyat adalah prioritas utama. Ini adalah contoh pemimpin yang sejati, pemimpin yang peka, dan pemimpin yang berani bertindak. Aspirasi yang kami sampaikan ditanggapi dengan kerja nyata, dan hasilnya ada di depan mata: sungai bersih, rakyat lega. Semoga semangat kerja seperti ini terus dijaga dan menjadi teladan bagi pemimpin lainnya di Kabupaten OKI,” tegas Wandriasyah.
Ia menambahkan, keberhasilan ini membuktikan bahwa jika pemerintah dan elemen masyarakat saling bersinergi, segala permasalahan dapat diselesaikan dengan baik demi kesejahteraan bersama.
Di tengah lokasi kegiatan, Camat Pedamaran, Yusnursal, SE, MSi, yang sejak awal menjadi motor penggerak penyelesaian masalah ini, menyampaikan rasa syukur dan kelegaan yang mendalam. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah hadir menyelesaikan masalah hingga ke akar, serta berterima kasih atas masukan dan aspirasi dari seluruh elemen masyarakat.
“Saya sangat bersyukur dan lega sekali. Sejak hari pertama turun ke lokasi dan melihat kondisi sungai tertutup rapat, serta mendengar langsung aspirasi dan keprihatinan masyarakat maupun berbagai elemen termasuk IKBML Sumsel, hati saya tergerak dan saya berjanji: masalah ini harus selesai, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Saya tidak mau masyarakat Pedamaran menderita dan kehilangan mata pencaharian hanya karena gulma Timboan ini.
Langkah pertama yang saya lakukan adalah melaporkan secara rinci dan serius ke Pemerintah Kabupaten OKI, khususnya ke Dinas PU PR dan Dinas Pertanian, menjelaskan betapa krusialnya dampak ini bagi ekonomi warga. Alhamdulillah, responnya sangat luar biasa cepat. Hari ini terbukti, berkat dukungan penuh Pak Bupati, kesigapan dinas terkait, perhatian atas aspirasi yang disampaikan, serta semangat gotong royong warga, sungai kita sudah bersih kembali.
Ini adalah bukti nyata: kalau pemerintah dan masyarakat bersatu, saling mengingatkan dan bersinergi, tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Tugas pokok saya sebagai Camat memang memperjuangkan hak dan kebutuhan warga, mendengar setiap aspirasi, serta memastikan kebijakan pemerintah sampai dan dirasakan manfaatnya di desa-desa. Hari ini amanah itu sudah kami tunaikan dengan baik. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang bahu-membahu mewujudkan keberhasilan ini. Ke depannya, kami akan awasi terus agar hal serupa tidak terulang kembali,” tegas Camat Yusnursal dengan penuh rasa bangga dan tanggung jawab.
Sementara itu, warga masyarakat tampak gembira dan tak henti mengucapkan rasa syukur serta terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Camat Pedamaran yang dianggap telah menyelamatkan ekonomi mereka dengan mendengarkan dan menindaklanjuti suara rakyat.
“Kami tidak bisa berkata-kata lagi selain Alhamdulillah dan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Bapak Camat. Beliau bukan hanya sekadar datang meninjau, tapi benar-benar mendengarkan aspirasi kami, merasakan penderitaan kami, dan berjuang mati-matian agar masalah ini selesai. Kami kira Timboan ini akan menumpuk selamanya dan kami tidak bisa mencari nafkah lagi, tapi ternyata berkat tangan dingin dan koordinasi Bapak Camat, semuanya berubah dalam sekejap.
Dulu kami takut rumah kami terkurung gulma, ketek tidak bisa keluar, ikan dan purun tidak bisa dicari. Sekarang lihat sendiri, sungai sudah bersih, air mengalir lancar, kami sudah bisa bernapas lega kembali. Bapak Camat benar-benar pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, pemimpin yang bekerja nyata, bukan hanya janji-janji. Terima kasih juga ke IKBML Sumsel yang sudah menyuarakan nasib kami, dan terima kasih Pemda OKI yang mendukung usulan Bapak Camat. Semoga pemimpin-pemimpin seperti ini selalu diberikan kesehatan dan kemudahan, karena beliau lah harapan kami rakyat kecil di sini,” ungkap warga setempat dengan mata berbinar gembira.
Kini, permukaan Sungai Pedamaran sudah terlihat bersih berseri dari tumpukan gulma tebal, air kembali mengalir deras dan lancar, serta akses warga ke perairan sudah terbuka lebar tanpa hambatan. Aktivitas ekonomi masyarakat perlahan namun pasti mulai bangkit kembali dan berjalan normal seperti sediakala.
Pemerintah Kabupaten OKI melalui dinas terkait berkomitmen untuk tetap melakukan pemantauan rutin berkala, guna memastikan pertumbuhan gulma air di masa mendatang dapat dikendalikan sejak dini. Hal ini dilakukan agar kenyamanan, keamanan, dan kelancaran akses air bagi masyarakat Pedamaran tetap terjamin selamanya, sebagai bentuk keberlanjutan keberhasilan yang telah diraih berkat kerja sama yang solid ini.(DONI PRATAMA)













