Tim Universitas Jambi (UNJA) yang bertugas memulihkan kesehatan warga Desa Batu Busuk, Kota Padang, pascabanjir bandang, meraih prestasi membanggakan. Program pengabdian yang mereka jalankan berhasil menyabet menyabet dua penghargaan Golden Winner sekaligus, yaitu kategori (1) Dampak Pemberdayaan dan Implementasi Teknologi Inovasi Terbaik, serta kategori (2) Program Mahasiswa Berdampak Terbaik.Penghargaan ini diumumkan dalam Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak yang digelar di Medan pada 1-3 Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian evaluasi Program Mahasiswa Berdampak tingkat nasional yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Seminar ini diikuti sekitar 60 tim dari puluhan perguruan tinggi se-Indonesia, mulai dari universitas negeri hingga institut, politeknik, dan sekolah tinggi swasta, yang masing-masing mempresentasikan hasil program pemulihan pascabencana di wilayah dampingannya. Ketua Tim, Dr. dr. Fitriyanti, Sp.DVE., mengaku kemenangan ini datang di luar dugaan.
“Sebenarnya awalnya kami tidak tahu kalau ini dikompetisikan. Kami pikir itu hanya kegiatan monitoring dan evaluasi biasa,” ujarnya.
Menurutnya, tim UNJA turun ke Batu Busuk untuk mendampingi masyarakat pascabencana selama kurang lebih 20 hari, dari total 28 hari pelaksanaan program termasuk persiapan. Selama di lapangan, seluruh kegiatan didokumentasikan lewat unggahan harian di Instagram dan logbook, hingga akhirnya tim diundang mempresentasikan hasil kerja mereka di forum nasional yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia.
“Waktu dipanggil sebagai pemenang, kami betul-betul kaget. Kami sempat berpikir paling hanya dapat penghargaan poster atau video, karena pesertanya banyak sekali, bahkan ada tim dari ITB yang membangun listrik tenaga surya untuk satu desa,” katanya.
Dr. Fitriyanti menduga salah satu faktor yang membuat tim UNJA menonjol adalah komposisi timnya yang melibatkan kolaborasi mahasiswa kedokteran, profesi dokter, dan keperawatan secara langsung turun ke lapangan, sesuatu yang menurutnya jarang ditemukan di tim lain.
Tiga program unggulan yang dibawa tim UNJA, yakni WASH Station untuk penyediaan air bersih, Smart Stunting Detection System, serta layanan homecare dan telemedicine, dinilai saling melengkapi dan menjawab langsung kebutuhan mendesak warga saat itu. Sebab tidak ada kriteria penilaian yang diinformasikan secara rinci, ia meyakini juri menilai keseluruhan aspek program secara menyeluruh.
Kunjungi: http://www.unja.ac.id












