Universitas Jambi (UNJA) menggelar Coaching Clinic Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 dengan tema “Strategi Menuju Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program (PKP2) dan Sukses KMI Award 2026″. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, di Gedung UNIFAC Lantai 3 UNJA.
Kegiatan ini diikuti oleh enam tim mahasiswa lolos pendanaan P2MW beserta dosen pendamping, dengan menghadirkan Jacob Win, ACC., S.T., S.Kom., M.Kom., Professional Business Coach yang tergabung dalam Tim P2MW Kemendiktisaintek, sebagai narasumber utama.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., mewakili Rektor UNJA. Turut hadir Ketua Tim Satgas P2MW Dr. Novita Ekasari, S.E., M.M., Kepala Bagian Akademik Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (BAKKS), serta enam tim mahasiswa peserta.
Dalam sambutannya, Prof. Fauzi menyampaikan rasa bangga atas capaian UNJA pada 2026. Ia melaporkan bahwa UNJA berhasil meraih peringkat satu nasional dalam jumlah tim yang lolos pendanaan bersama 11 perguruan tinggi lainnya, sekaligus menempati peringkat satu di Sumatera.
“Prestasi ini adalah hasil komitmen UNJA dari hulu ke hilir. Kami memberikan dukungan penuh, mulai dari pembentukan Satgas di tingkat universitas dan fakultas, hingga pemberian dana pendampingan,” ujar Prof. Fauzi.
Lebih lanjut, Prof. Fauzai memaparkan bentuk penghargaan bagi mahasiswa lolos pendanaan P2MW berupa konversi 10 hingga 20 SKS. Bagi mahasiswa yang berhasil meraih prestasi di KMI Expo, UNJA memberikan penghargaan berupa konversi prestasi menjadi tugas akhir atau skripsi, skema yang hingga kini telah meluluskan empat mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Tim Satgas P2MW UNJA, Dr. Novita Ekasari, S.E., M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa P2MW bukan sekadar tentang mendapatkan pendanaan, melainkan sebuah proses transformatif bagi mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda. Ia menjelaskan bahwa coaching clinic ini bertujuan agar mahasiswa bisa langsung berkonsultasi dengan ahlinya mengenai strategi menghadapi PKP2.
“Kita hadir di tempat yang tepat hari ini untuk bertanya langsung kepada ahlinya, bukan sekadar ke AI atau media sosial. Kita ingin mengetahui bagaimana isi pikiran reviewer agar mahasiswa siap mental dan tidak gentar saat menghadapi sesi tanya jawab dengan reviewer nanti, serta memahami strategi menghadapi PKP2 dan KMI Award nanti,” ujarnya. Ia juga berharap program ini melahirkan wirausahawan muda yang mampu menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan sulitnya mencari kerja bagi Lulusan sarjana.
Kunjungi : http://www.unja.ac.id












