Cakap, Unggul, Berbudaya: Tujuh Pasang Terbaik Resmi Sandang Gelar Duta Kampus UNJA 2026

Setelah seleksi ketat hampir sebulan penuh, 14 finalis atau tujuh pasang mahasiswa terbaik Universitas Jambi (UNJA) beradu gagasan dan penampilan di Grand Final Pemilihan Duta Kampus UNJA 2026, yang digelar di Auditorium lantai 1 Gedung Unifac, Selasa (21/7/2026). Mengangkat tema “Empowering Voices, Inspiring Impact”, ajang ini bukan sekadar kontes penampilan, melainkan panggung pembuktian gagasan dan kepedulian sosial para mahasiswa.

 

Acara grand final turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua Satuan Tugas (Satgas) Duta Kampus UNJA, Dr. Friscilla Wulan Tersta, S.Pd., M.Pd., para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dari seluruh fakultas di lingkungan UNJA; serta jajaran dewan juri yang terdiri dari juri eksternal Turino Adi Irawan, M.Pd., Imam Kurniawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Dinda Rosanti Salsa Bela, S.IP., MIP., dan Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat UNJA, Tri Imam Munandar, S.H., M.H.

 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia, mahasiswa duta, serta dewan juri yang hadir. Ia menegaskan kehadiran dewan juri turut menjamin objektivitas dan profesionalitas penilaian, sekaligus menjelaskan makna di balik tagline Duta Kampus UNJA tahun ini.

 

“Cakap berarti duta UNJA tidak hanya bisa berkomunikasi tetapi juga harus mampu mendengar dan memberikan solusi. Unggul bukan hanya soal prestasi tetapi juga mampu berinovasi dan bekerja sama. Berbudaya bukan hanya bisa memakai pakaian adat tetapi beretika, disiplin, dan mencintai budaya Melayu Jambi,” tegasnya.

 

Prof. Fauzi juga menambahkan, Duta Kampus UNJA kini resmi berstatus Organisasi Mahasiswa Khusus sesuai Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2026, lengkap dengan hak sekretariat dan anggaran kegiatan.

 

Sementara itu, Ketua Satgas Duta Kampus UNJA, Dr. Friscilla Wulan Tersta, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa proses seleksi berlangsung berjenjang, mulai dari tingkat fakultas, seleksi administrasi di tingkat universitas, hingga tahap wawancara oleh juri eksternal dan internal yang menyaring 45 calon menjadi 28 finalis. Ia menambahkan, tahun ini panitia turut mewajibkan finalis menjalankan proyek pengabdian masyarakat sebagai bagian dari penilaian.

 

“Selama satu minggu kami tuntut 28 finalis itu sudah membuat pengabdian yang mereka membawa nama finalis, apa yang bisa mereka berikan untuk UNJA. Dan luar biasa sekali, ternyata sangat kreatif, ada yang mendaur ulang sampah di UNJA, sampai ada yang ke pesantren, ada yang ke sekolah, berdasarkan kreativitas dan kepakaran mereka masing-masing. Itu menjadi bagian penilaian kami hingga hari ini terseleksilah top 7 atau tujuh pasang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *