Suasana antusias terlihat di RT 12 Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, saat masyarakat setempat mengikuti Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) yang digelar Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) pada 28 Juni 2026. Mengusung tema “Transfer Teknologi Produksi Kristal Herbal Instan Berbasis Pangan Lokal pada Masyarakat RT 12 Sungai Duren”, program ini menghadirkan pengetahuan sekaligus praktik langsung pengolahan tanaman herbal lokal menjadi produk yang lebih praktis dan bernilai guna.
Kegiatan tersebut diketuai oleh Fathnur Sani. K, S.Farm., M.Farm., Apt., apt. Yuliandani, S.Farm., M.Farm,Klin.; apt. Nurfadilah, M.Farm.; Apt. Marizki Pondawinata, S.Farm., M.Farm.Klin.; Elisma, S. Farm., Apt., M.Farm.; apt. Novia Tri Astuti, S.Farm., M.Pharm.Sci.; dan Apt. Maimum, M.Sc.
Dalam sambutannya, Apt. Fathnur menyampaikan harapannya terhadap manfaat kegiatan ini bagi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tanaman herbal lokal menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna,” ujar Apt. Fathnur.
Sejumlah mahasiswa Program Studi Farmasi FKIK UNJA turut dilibatkan dalam proses pendampingan dan dokumentasi. Keterlibatan mereka membuat suasana menjadi lebih interaktif, sekaligus memberi pengalaman belajar langsung di luar kampus bersama masyarakat.
Masyarakat RT 12 Sungai Duren mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk jahe yang selama ini telah dimanfaatkan secara sederhana oleh warga. Apt. Elisma memaparkan berbagai manfaat farmakologis tanaman herbal tersebut, sekaligus membagikan resep pembuatan kristal herbal sebagai bekal bagi peserta sebelum memasuki sesi praktik.
Guna mengukur pemahaman peserta, panitia turut mengadakan sesi kuis setelah pemaparan materi. Peserta mampu menjawab pertanyaan dengan baik, menandakan bahwa materi mengenai pemanfaatan tanaman herbal dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat.
Antusiasme semakin terasa saat memasuki sesi praktik. Apt. Novia memandu langsung demonstrasi pembuatan kristal herbal instan, sementara warga mengikuti setiap tahapan dengan saksama. Sesi ini juga membuka ruang tanya jawab, sehingga masyarakat dapat lebih memahami proses pengolahan tanaman herbal lokal menjadi produk kristal instan.












