Daerah  

Didampingi Walhi dan BPR ratusan masyarakat geruduk gelar aksi demo ‎ di kantor PT SAS/RMKE, langgar kesepakatan warga bersama Gubernur 

Jambi – ratusan massa dari Desa Aur Kenali, Mendalo Darat, dan Penyengat Rendah, Walhi, yang tergabung dalam barisan perjuangan rakya ( BPR) menggelar aksi gabungan pada Kamis (20/8/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes keras masyarakat terhadap aktivitas PT SAS/RMKE yang dianggap menyepelekan keresahan warga.

Aksi ini berlangsung heroik massa yang solid menghadang pintu gerbang PT, SAS bermaksud menanyakan maksud pelanggaran yang di lakukan PT SAS tersebut, meski sebelumnya telah ada instruksi dari Gubernur Jambi.

‎Aksi masyarakat berlangsung di kawasan Jalan Lintas Jambi–Muaro Bulian, tepatnya di wilayah Mendalo RT 07/RW 01. menyampaikan tuntutan agar aktivitas perusahaan yang dinilai bertentangan dengan kesepakatan dan instruksi pemerintah untuk tidak beraktivitas sambal batas waktu yang tidak di tentukan.

‎Masyarakat menyatakan sebelumnya telah dilakukan pertemuan dan kesepakatan bersama pihak PT SAS. Namun, warga menilai masih terdapat aktivitas yang tidak sesuai dengan kesepakatan tersebut.

‎Salah satu tuntutan utama massa adalah menutup TUKS PT SAS, serta meminta pemerintah melakukan evaluasi dan mencabut izin apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap kesepakatan maupun ketetapan Gubernur Jambi.

‎Warga juga mempertanyakan keberlanjutan aktivitas PT SAS/RMKE setelah adanya instruksi yang sebelumnya disampaikan dalam pertemuan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

‎Dalam aksi tersebut, masyarakat turut menyebut nama Iwan, Suardi, dan Nurman yang disebut sebagai perwakilan PT SAS. Adapun tudingan mengenai adanya sikap menantang masyarakat secara terang terangan dengan alasan untuk mengecek ombak masyarakat.

 

Namun ini masih merupakan keterangan dari peserta aksi dan perlu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan.

‎massa aksu yang ratusan terus berdatangan memenuhi tampat aksi dan din perkirakan terus bertambah , aksi tersebut menunjukkan kuatnya penolakan sebagian masyarakat terhadap aktivitas PT SAS/RMKE.

‎Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Jambi dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan instruksi Gubernur serta mengevaluasi aktivitas perusahaan.

 

‎“Stop aktivitas yang mengangkangi instruksi Gubernur,” menjadi salah satu tuntutan yang disuarakan massa dalam aksi tersebut.

‎Hingga berita ini disusun, pihak PT SAS/RMKE belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan masyarakat maupun tudingan bahwa aktivitas perusahaan masih berlangsung setelah adanya instruksi Gubernur Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *