Penyelesaian Sampah di Pasar Rantau Panjang Tabir Harus Prioritas!. AMT Sambangi Gedung DPRD Merangin

Selayangnews.id, MERANGIN – Persoalan penumpukan sampah di Pasar Rantau Panjang terus menjadi sorotan. sehingga penyelesaian permasalahan sampah ini harus menjadi prioritas.

Terkait hal ini, Aliansi Masyarakat Tabir (AMT) mendatangi gedung DPRD Merangin untuk melakukan audiensi bersama Komisi III, membahas penyelesaian terhadap sampah khusunya di Pasar Rantau Panjang.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III, Saipul Hadi didampingi sekretaris Samdianto dan anggota Komisi diantara hadir Abdul Kholik, Darmadi, Parhan, Indra Geni, dan Tua Samosir.

Komisi III juga menghadirkan Kadis Lingkungan Hidup (LH), Syafrani didampingi Kabid terkait, kemudian Camat Tabir dan Lurah Pasar Rantau Panjang.

Menurut perwakilan Alian Masyarakat Tabir (AMT), Aldi Halim bahwa penumpukan sampah di Pasar Rantau Panjang dipicu karena tidak adanya tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Terhadap kondisi ini, AMT berharap solusi dari Pemkab Merangin. AMT juga mendorong pengadaan TPS di kelurahan Pasar Rantau Panjang.

“Kepedulian masyarakat akan lingkungan rumahnya cukup tinggi, karena TPS tidak ada, sehingga tidak jarang warga membuang sampah ke sungai. bahkan ada yang rela bawa sampah untuk dibuang sampai ke mampun sana. ini menandakan bahwa masyarakat sadar akan kebersihan dan kesehatan,” ujar Aldi.

Dirinya minta, agar masalah sampah di pasar rantau panjang harus menjadi prioritas pemerintah, tidak ada lagi opsi.

Sementara itu, Lurah Pasar Rantau Panjang, Rhino Bayu mengungkapkan bahwa penumpukan sampah juga dipicu perubahan jadwal pengangkutan sampah oleh dinas LH. “biasanya sampah dijemput Minggu sore setelah selesai aktivitas pasar, tapi sekarang menjadi Senin sore sehingga menimbulkan bau tak sedap karena sudah menumpuk dalam waktu yang cukup lama,” ujar lurah dan terkait perubahan jadwal ini juga diutarakan Camat Tabir.

Kemudian Iskandar anggota AMT mengungkapkan, untuk mengangkut sampah khususnya di Pasar Rantau Panjang tidak cukup dengan hanya satu armada, jika hanya mengandalkan satu armada saja maka dipastikan sampah di rantau panjang tidak akan selesai.

“Karena sampah cukup banyak, kalau ada sampah yang tertinggal karena tidak bisa diangkut maka itu lah yang akan numpuk. karena kemungkinan akan diangkut kembali satu atau dua hari kedepan, kalau begitu maka dapat dipastikan sampai itu tidak akan putus-putus,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi III, Samdianto mengatakan, solusi secepatnya untuk sementara ini adalah jadwal pengangkutan harus kembali pada jadwal semula,yakni pada Minggu sore.

“Kita tunggu action dari dinas LH, untuk mengatasi masalah sampai di pasar rantau panjang ini, kita lihat mulai Minggu depan,” ujarnya

Samdianto juga berpesan, agar Camat dan Lurah yang merupakan ujung tombak pemerintahan dibawah, harus bisa mengedukasi masyarakat, penting menjaga kebersihan.

Putra Tabir Barat ini juga berpendapat, di wilayah Tabir sekitarnya harus sudah ada tempat pembuangan sampah akhir atau TPA, karena TPS tidak tepat lagi karena penduduknya sudah banyak.

Menanggapi permasalahan sampah ini, Kadis LH, Syafrani menyampaikan, faktor terjadinya penumpukan sampah karena terlambat diangkut karena enam petugas yang khusus di pasar rantau panjang mengundurkan diri.

Maka LH kekurangan petugas, dan hingga saat ini belum ada penggantinya. sehingga petugas kebersihan didatangkan dari Bangko yang sebelumnya juga sudah punya jadwal, dan terjadilah perubahan jadwal dari hari Minggu menjadi hari Senin.

Hingga saat ini pihaknya tetap berusahan mencari petugas baru, bahkan sudah minta bantuan Lurah Pasar Rantau Panjang dan Camat Tabir untuk cari orang tapi belum dapat.

“Meski begitu kami akan lakukan, untuk pengangkutan sampah di pasar rantau panjang diusahakan tetap dilakukan setiap hari Minggu sesuai jadwal sebelumnya,” ujar Kadis.

Sementara untuk menyiapkan dua armada, dirinya mengaku bisa dilakukan, tapi masalahnya ada pada petugas untuk muat sampahnya nanti. “kita mohon bantuan camat dan lurah untuk mencari petugas,sekarang anggarannya tersedia tapi petugas kurang,” sambungnya.

Syafrani juga menginformasikan akan wacana menaikan gaji petugas kebersihan, jika lolos maka akan terealisasi pada tahun 2026 ini, yang akan diusahakan pada APBD perubahan.

Selanjutnya, Ketua Komisi III DPRD Merangin, Saipul Hadi menyampaikan, akan mendoronga pemerintah secepatnya menyelesaikan permasalahan sampah di Pasar Rantau Panjang Tabir.

Saipul juga mengaku, persoalan sampah juga terjadi di beberapan wilayah di Kabupaten Merangin lainnya, terutama di Kota Bangko. “Kita lihat saja sampah-sampah menumpuk ditengah kota Bangko, dan ini juga menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya. (Supmedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *