Kehadiran gedung baru Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Jambi di kawasan Simpang BI, Telanaipura, dinilai dapat menjadi momentum penting bagi penguatan citra dan kepercayaan publik terhadap Bank Jambi.
Langkah tersebut mendapat perhatian dari pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M. Menurutnya, pembangunan maupun pengoperasian kantor utama dengan konsep yang lebih modern tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan ruang kerja dan pelayanan, tetapi juga mencerminkan arah perkembangan sebuah institusi perbankan.
Laila menilai, wajah fisik kantor memiliki keterkaitan erat dengan persepsi masyarakat terhadap profesionalisme dan kredibilitas bank. Terlebih, sektor perbankan merupakan industri yang sangat mengandalkan tingkat kepercayaan nasabah.
“Dalam industri perbankan, kepercayaan publik merupakan fondasi utama. Karena itu, ketika sebuah bank melakukan penguatan infrastruktur, hal tersebut dapat menjadi sinyal bahwa institusi tersebut terus berkembang dan memiliki visi jangka panjang,” ujar Laila, Senin (31/8/2026).
Ia menjelaskan, kantor cabang utama saat ini memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar lokasi transaksi perbankan. KCU juga menjadi ruang interaksi antara bank dengan nasabah sekaligus bagian dari wajah institusi yang dapat membentuk persepsi publik.
Menurutnya, gedung yang modern, nyaman dan representatif akan memberikan pengalaman berbeda bagi nasabah. Namun, keberadaan fasilitas tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kecepatan pelayanan, keamanan transaksi serta pemanfaatan teknologi.
“Bangunan yang baik harus berjalan bersama dengan pelayanan yang baik. Kalau fasilitasnya modern tetapi pelayanan tidak mengalami peningkatan, tentu dampaknya terhadap persepsi nasabah tidak akan maksimal,” katanya.
Laila juga menyoroti pentingnya pengalaman nasabah atau customer experience. Dalam persaingan industri perbankan yang semakin ketat, masyarakat kini memiliki banyak pertimbangan sebelum menentukan pilihan layanan perbankan.
Nasabah, kata dia, tidak lagi hanya melihat produk, bunga atau biaya administrasi. Faktor kenyamanan, kemudahan memperoleh layanan, keamanan, respons petugas hingga citra perusahaan juga menjadi bagian dari pertimbangan.
“Nasabah sekarang semakin kritis. Mereka menilai bank secara menyeluruh, mulai dari produk, pelayanan, keamanan, aksesibilitas sampai bagaimana institusi tersebut membangun citranya,” jelasnya.
Di sisi lain, Laila melihat pengoperasian gedung baru KCU Bank Jambi dapat menjadi kesempatan untuk menyatukan layanan konvensional dengan perkembangan ekosistem digital.
Menurutnya, kemajuan digital banking tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap kantor fisik. Sebaliknya, keduanya dapat saling melengkapi sesuai dengan karakter dan kebutuhan nasabah.
“Kantor cabang tetap penting, terutama untuk layanan yang membutuhkan konsultasi, penyelesaian persoalan yang kompleks maupun membangun hubungan langsung dengan nasabah. Digitalisasi dan layanan fisik seharusnya saling memperkuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan juga berpotensi memberikan dampak terhadap pertumbuhan bisnis bank. Persepsi positif masyarakat terhadap kredibilitas institusi dapat menjadi modal dalam memperluas basis nasabah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dananya di bank.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) serta memperbesar ruang bagi ekspansi penyaluran kredit.












