Universitas Jambi (UNJA) menerima kunjungan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok yang diadakan di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo, pada (23/06/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan internasional serta membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran budaya.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., dan para Dekan di lingkungan UNJA. Turut hadir Konsulat Jendral Republik Rakyat Tiongkok, Huang He., yang disambut hangat oleh sivitas akademika UNJA.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akdemik, Prof. Dr. Hafrida, menyambut baik kedatangan Konsulat Jendral Republik Rakyat Tiongkok ke UNJA. Ia mengatakan bahwa UNJA akan terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
”Universitas Jambi secara konsisten akan terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dari Bapak Huang He, Konsulat Jenderal dari Republik Tiongkok di UNJA memiliki arti penting dan strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama antara UNJA dan Republik Tiongkok,” ujarnya.
Ia berharap diskusi ini dapat melahirkan gagasan-gagasan yang konstruktif serta langkah-langkah konkret yang dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kerja sama. Lebih dari itu, hubungan baik yang terjalin hari ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi kemitraan strategis antara UNJA dengan berbagai universitas maupun institusi di Republik Rakyat Tiongkok pada masa yang akan datang,” tambahnya.
Sementara itu, Konsulat Jendral Republik Rakyat Tiongkok, Huang He, menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan Universitas Jambi serta menyatakan dukungan terhadap pengembangan kerja sama antara UNJA dan berbagai institusi pendidikan di Tiongkok.
“Kami menyambut baik kerja sama antara UNJA dan Tiongkok. Indonesia telah lama menjalin hubungan Internasional dengan Tiongkok. Kami sangat mengapresiasi sikap berprinsip Pemerintah Indonesia tersebut. Tiongkok bersedia mendorong sinkronisasi yang mendalam antara modernisasi ala Tiongkok dengan visi “Indonesia Emas 2045″, mempererat pertukaran budaya dan kemanusiaan, memperdalam saling belajar antar peradaban, meningkatkan kedekatan antarmasyarakat, serta mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama Tiongkok-Indonesia yang semakin kokoh dan mendalam,” Jelasnya.












