Bangkit Usai Diretas, Bank Jambi Perkuat Sistem dan Aktifkan Kembali ATM

Pasca insiden peretasan yang sempat mengganggu layanan, Bank Jambi bergerak cepat menata ulang sistem dan memperkuat infrastruktur digitalnya. Bank milik daerah ini kini tengah memacu pembaruan sistem inti perbankan (core banking system) sekaligus menghidupkan kembali operasional Anjungan Tunai Mandiri (ATM) guna memulihkan kepercayaan nasabah.

Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi persetujuan otoritas untuk mengaktifkan sembilan unit ATM yang tersebar di kantor-kantor pemerintahan kabupaten dan kota.

“Ada sembilan ATM yang akan diaktifkan. Selama ini unitnya sudah tersedia, namun belum mengantongi izin. Sekarang izin sudah keluar,” ujarnya di Jambi, Selasa (21/4/2026).

Tak hanya ATM konvensional, Bank Jambi juga mulai mengoperasikan kembali mesin perbankan mandiri jenis cash recycle machine (CRM) yang memungkinkan nasabah melakukan setor dan tarik tunai dalam satu perangkat.

Di sisi layanan, Bank Jambi memperpanjang jam operasional kantor hingga pukul 20.00 WIB dari sebelumnya pukul 16.00 WIB. Kebijakan ini telah berlaku sejak Senin (20/4) dan akan diterapkan hingga waktu yang belum ditentukan, sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat.

Lebih jauh, Bank Jambi saat ini tengah menjalankan proses migrasi besar sistem teknologi, dari Core Banking System versi 12 menuju versi 24. Langkah ini menjadi bagian penting dalam penguatan sistem keamanan serta peningkatan kualitas layanan digital ke depan.

“Awalnya migrasi direncanakan pada Mei, namun tertunda akibat insiden kemarin. Kami targetkan bisa terealisasi pada Juli atau Agustus. Setelah hasil forensik keluar, kami akan mengetahui akar persoalan sekaligus mendapatkan rekomendasi perbaikan,” jelas Khairul.

Diketahui, peretasan yang terjadi sebelumnya berdampak pada layanan ATM dan mobile banking, serta menyebabkan kerugian mencapai Rp143 miliar dari pembobolan sekitar enam ribu rekening nasabah. Saat ini, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pihak kepolisian masih menunggu hasil investigasi forensik untuk mengungkap penyebab utama insiden tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *