Mahasiswa UIN STS Jambi Aksi di Kantor Gubernur Jambi Soroti Anggaran Rp57 Miliar hingga Jalan Khusus Batubara

(Jambi) — Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi yang tergabung dalam SEMA-U dan DEMAU UIN STS Jambi kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di Kantor Gubernur Jambi, Kamis (24/9/2026).

‎

‎Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.56 WIB tersebut membawa sejumlah tuntutan terkait keterbukaan informasi, percepatan penanganan stunting dan TBC, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara di Provinsi Jambi.

‎Aksi tersebut dikoordinatori Ketua SEMA-U Heryanto dan Ketua DEMA-U Abel Gaesca Sandya dengan jumlah massa sekitar 50 orang.

‎

‎Dalam aksinya, mahasiswa membawa karton berisi tulisan tuntutan, pernyataan sikap, serta menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi.

‎

‎Sedikitnya terdapat empat tuntutan utama yang disampaikan mahasiswa. Pertama, mereka meminta dugaan persoalan anggaran senilai Rp57 miliar yang menjadi perhatian publik diusut secara tuntas serta mendorong keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

‎

‎Kedua, mahasiswa mendorong pemerintah mempercepat penanganan stunting dan tuberkulosis (TBC), sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di Provinsi Jambi.

‎

‎Ketiga, mahasiswa mendesak pemerintah mengambil langkah konkret dalam pencegahan dan penanganan karhutla demi menjaga kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

‎

‎Keempat, mahasiswa mendorong percepatan penyelesaian jalan khusus batubara dan meminta perbaikan infrastruktur yang terdampak aktivitas angkutan batubara.

‎

‎Sekitar pukul 15.05 WIB, massa mulai melakukan orasi di depan pintu gerbang masuk kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Jambi. Orasi disampaikan secara bergantian oleh perwakilan mahasiswa selama kurang lebih satu setengah jam.

‎

‎Situasi sempat memanas sekitar pukul 16.20 WIB. Massa mengaku kecewa karena hanya ingin bertemu langsung dengan Gubernur Jambi. Mahasiswa kemudian bernegosiasi dengan aparat kepolisian dari Polresta Jambi untuk dapat masuk dan menyampaikan aspirasi di depan Kantor Gubernur.

‎

‎Namun, permintaan tersebut tidak diizinkan. Massa kemudian sempat melakukan aksi dorong pagar dan mencoba merusak pintu gerbang. Aksi tersebut disebut dikomandoi oleh korlap aksi, Hendi.

‎

‎Sekitar pukul 16.30 WIB, sejumlah perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi mendatangi massa aksi. Di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Arief Munandar, Kaban Kesbangpol Provinsi Jambi Ismed, Kabid Anggaran BPKAD Provinsi Jambi Reza Fahrizal, serta sejumlah pejabat dari Kesbangpol, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

‎

‎Namun, perwakilan Pemprov Jambi tersebut ditolak oleh peserta aksi. Mahasiswa menyatakan akan menggelar aksi lanjutan jilid III dengan jumlah massa yang lebih besar.

‎

‎Sekitar pukul 16.41 WIB, mahasiswa menyampaikan ultimatum kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan membacakan pernyataan sikap bersama.

‎

‎Setelah itu, massa membubarkan diri secara tertib. Aksi unjuk rasa jilid II tersebut dinyatakan selesai sekitar pukul 16.46 WIB.

‎Selama berlangsungnya aksi, situasi secara umum dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *