Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) menggelar The 7th Jambi Medicine and Health Science International Conference (JAMHESIC) 2026 di Auditorium Lantai 6 FKIK UNJA, (3-4/11/2026). Mengusung tema “Interprofessional Innovation, Global Collaboration, and Entrepreneurship to Strengthen Community and Environmental Health for Sustainable Human Well-being”, konferensi internasional ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengembangan penelitian, serta penguatan kolaborasi lintas profesi dan negara dalam bidang kesehatan.
Konferensi internasional ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., Dekan FKIK UNJA, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., serta Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. Hadir pula para dekan dari fakultas lain di lingkungan UNJA, pimpinan instansi kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dinas kesehatan, serta ratusan peserta dari berbagai institusi pendidikan.
Wakil Rektor UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada FKIK UNJA yang telah menyelenggarakan konferensi internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa JAMHESIC bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan wadah strategis untuk bertukar pengetahuan, mempresentasikan hasil penelitian, memperkuat jejaring internasional, serta menghasilkan inovasi dalam menghadapi tantangan kesehatan.
Ia juga menegaskan tiga hal penting bagi pengembangan UNJA dan ilmu kedokteran serta kesehatan, yaitu memperkuat reputasi internasional universitas, membangun kolaborasi yang menghasilkan kegiatan nyata, serta memastikan inovasi memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan.
“Kolaborasi internasional tidak boleh berhenti pada perjanjian formal dan kegiatan seremonial. Kolaborasi harus menghasilkan sesuatu yang konkret, terutama melalui penelitian bersama, publikasi internasional, mobilitas akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program akademik kolaboratif,” ujarnya.












