UNJA  

UPA PKK UNJA Gelar Kuliah Umum dan Pelatihan Strategi Memasuki Dunia Kerja

Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) Universitas Jambi (UNJA) menggelar Kuliah Umum dan Pelatihan dengan tema “Strategi Memasuki Dunia Kerja Bagi Mahasiswa dan Alumni Universitas Jambi” pada Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula UNIFAC lantai 3 UNJA Mendalo ini mengusung slogan “Mencari, Melayani, dan Memberi yang Terbaik” sebagai upaya membekali mahasiswa dan alumni dengan pengetahuan serta keterampilan untuk menghadapi tantangan dunia kerja.

 

Kegiatan ini menghadirkan Ir. Bambang Darundriyo, S.H., M.M., yang merupakan seorang praktisi Human Resources (HR) professional, pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur, serta dosen sekaligus pemateri yang sering diundang dalam berbagai kegiatan pengembangan karir dan dunia kerja. Kuliah umum dan pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa serta alumni UNJA.

 

Kepala UPA PKK UNJA, Dr. Ir. Sahrial, M.Si., memaparkan beberapa jalur strategis yang dapat ditempuh oleh mahasiswa dan alumni setelah menyelesaikan pendidikan dengan dua pilihan besar, yaitu menjadi seorang profesional atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

“Ada dua pilihan yaitu menjadi profesional atau tidak. Kamu juga bisa berkarir di pemerintahan dan menampakkan diri sendiri dalam dunia usaha. Jadi, profesional itu berkarir atau juga bisa mengembangkan usaha secara mandiri,” ujarnya.

 

Dr. Sahrial mengingatkan agar mahasiswa dan alumni selalu cermat dalam mengeksplorasi potensi diri serta menyesuaikan pengalaman kerja dengan posisi yang diincar demi membangun pola pikir yang sesuai dengan kebutuhan recruiter. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sertifikat keahlian di luar ijazah formal untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja.

 

“Karena masuk dunia kerja sekarang tidak cukup ijazah. Karena bisnis juga memberikan, menggratiskan sertifikasi profesional untuk pekerjaan,” ungkapnya.

 

Untuk mendukung hal tersebut, UPA PKK telah menyediakan program sertifikasi profesi seperti BNSP guna membekali mahasiswa dan alumni dengan kompetensi formal yang diakui oleh industri.

 

Sementara itu, Ir. Bambang Darundriyo, S.H., M.M., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa alumni perguruan tinggi saat ini dituntut memiliki gambaran dunia kerja, termasuk mengenali 21 jenis lapangan usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dari BPS. Mengingat Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Jambi berada di angka sekitar 3,9 persen, Ir. Bambang mendorong para alumni dan mahasiswa untuk berani memperluas jangkauan karier hingga ke luar daerah.

 

“Anda harus siap untuk keluar Jambi atau ingat poin BMW yaitu B-nya Bekerja, M-nya Melanjutkan, W-nya Wirausaha,” jelasnya.

 

Ia turut menyebut sejumlah wilayah seperti Riau, Palembang, hingga pulau Jawa bisa menjadi destinasi karier yang potensial.

 

Lebih lanjut, Ir. Bambang mengklasifikasikan jenis pemberi kerja ke dalam beberapa sektor, mulai dari usaha perorangan (UMKM), yayasan/institusi, organisasi kemasyarakatan, hingga korporasi besar seperti BUMN, BUMD, dan Penanaman Modal Foreign/Asing (PMA). Pemetaan ini dinilai krusial agar para pencari kerja dapat menyusun strategi pendekatan yang tepat dan efektif sesuai dengan karakter masing-masing instansi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *