Tragis di Baturaja: Cekcok Penarikan Mobil Berujung Maut, Debt Collector Tewas Ditusuk

- Penulis

Sunday, 5 April 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKU peristiwa tragis mengguncang wilayah Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), setelah seorang debt collector eksternal bernama Amriadi (53) tewas akibat penusukan saat menjalankan tugas penarikan kendaraan, Senin (30/3/2026) malam.

 

Insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 19.45 WIB di kawasan Kelurahan Sukaraya. Saat itu, korban yang merupakan petugas penagihan dari perusahaan pembiayaan mendatangi pelaku, Angga (32), untuk menarik mobil yang dikuasainya. Namun situasi memanas ketika keduanya terlibat cekcok hebat.

Perdebatan yang tak kunjung reda berubah menjadi aksi kekerasan. Dalam kondisi terdesak, pelaku diduga mengambil sebilah pisau dan menikam bagian perut korban. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

 

Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun nahas, setelah berjuang beberapa hari, Amriadi akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

 

Setelah sempat buron, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Polres OKU pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, didampingi pihak keluarga. Saat ini, pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

 

Kasus ini menjadi peringatan keras atas potensi konflik dalam praktik penarikan kendaraan di lapangan yang kerap memicu ketegangan antara pihak debt collector dan debitur.

 

Himbauan untuk Debt Collector:

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh debt collector agar selalu mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan sesuai prosedur hukum dalam menjalankan tugas. Hindari tindakan provokatif dan utamakan koordinasi dengan aparat berwenang saat menghadapi situasi berisiko tinggi.

Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan penarikan aset.

Profesionalisme dan kepatuhan terhadap aturan bukan hanya melindungi pekerjaan, tetapi juga nyawa.

 

Herlan gondrong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel selayangnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bedah Buku Babad Alas, Refleksi Kepemimpinan 10 Tahun di Kota Bogor Digelar di UNJA
Wujudkan Generasi Berkarakter Pancasila, Wali Kota Maulana Buka Seleksi Paskibraka Kota Jambi 2026
” Pemkab OKU Tancap Gas Bangun Sekolah Rakyat, Didukung Langsung Mensos “
Danrem 042/Gapu dan Universitas Jambi Perkuat Sinergi, Bangun Ketahanan Nasional dari Dunia Akademik
Aset Rp13,1 Miliar untuk Bank 9 Jambi Masih Menggantung, DPRD Soroti Legalitas dan Kerugian
UNJA Jajaki Kolaborasi Riset dan Investasi Jerman untuk Hilirisasi Kelapa di Tanjab Timur
Di isukan Mau demo, Aktivis Peduli Danau Sipin Mengaku Sempat di Larang Saat Kegiatan Gerakan Indonesia Asri
” Gebrakan OKU: Bupati H.Teddy Meilwansyah Buka Jalan Anak Miskin Jadi Dokter, Tanpa Titipan dan KKN “
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 15 April 2026 - 16:24 WIB

Bedah Buku Babad Alas, Refleksi Kepemimpinan 10 Tahun di Kota Bogor Digelar di UNJA

Monday, 13 April 2026 - 22:31 WIB

Wujudkan Generasi Berkarakter Pancasila, Wali Kota Maulana Buka Seleksi Paskibraka Kota Jambi 2026

Monday, 13 April 2026 - 21:58 WIB

” Pemkab OKU Tancap Gas Bangun Sekolah Rakyat, Didukung Langsung Mensos “

Monday, 13 April 2026 - 15:07 WIB

Danrem 042/Gapu dan Universitas Jambi Perkuat Sinergi, Bangun Ketahanan Nasional dari Dunia Akademik

Monday, 13 April 2026 - 06:16 WIB

Aset Rp13,1 Miliar untuk Bank 9 Jambi Masih Menggantung, DPRD Soroti Legalitas dan Kerugian

Berita Terbaru