Selayangnews.id, MERANGIN – PDAM Tirta Merangin memastikan bahwa pelayanan tetap berjalan normal selama masa libur Lebaran, selama tidak terjadi gangguan teknis di lapangan.
Untuk mengantisipasi gangguan teknis, pihak manajemen telah menyiapkan petugas yang tetap siaga selama masa liburan guna memastikan pendistribusian air kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik.
Hal itu seperti disampaikan Direktur PDAM Tirta Merangin, Antoni Kurnia Putra pada Senin (16/3/2026). Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengatur jadwal petugas yang akan tetap bertugas selama libur Hari Raya.
“Pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan seperti biasa. Kami sudah menyiapkan petugas selama libur Lebaran untuk memastikan pendistribusian air kepada pelanggan tetap terlaksana,” ujar Antoni.
Ia juga menyampaikan, apabila terdapat keluhan dari pelanggan, masyarakat dapat menyampaikannya melalui bagian pelayanan Perumda. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh petugas.
“Kami mengimbau pelanggan apabila mengalami kendala atau gangguan layanan agar segera menghubungi nomor pelayanan Perumda sehingga dapat segera kami tindaklanjuti,” tambahnya.
Selain soal pelayanan, Antoni juga menyampaikan terkait potensi musim kemarau. Karena sumber air baku PDAM yang berasal dari air permukaan atau sungai memang berpotensi mengalami penurunan debit. Namun pihak Perumda tetap berupaya memaksimalkan sumber air yang ada.
“Untuk musim kemarau memang kita ketahui air baku yang bersumber dari air permukaan atau sungai mengalami penurunan debit. Kami tetap berusaha memanfaatkan sumber yang ada dengan cara membendung agar air baku tetap bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Selain itu, Perumda Tirta Merangin juga mengimbau kepada seluruh pelanggan agar dapat menggunakan air secara bijak, terutama saat musim kemarau, agar kebutuhan air tetap tercukupi bagi seluruh masyarakat.
Dalam sepekan terakhir, debit air PDAM mulai jadi pembicaraan pelanggan. Hal ini mengkhawatirkan melihat beberapa titik sumber air baku mengalami penyusutan.
“Biasanya air mengalir lancar. Tapi belakangan debit air menurun dan terkadang lebih cepat mati dari biasanya,” kata salah satu pelanggan.
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir Kompas.tv merilis prediksi awal musim kemarau 2026 di Indonesia yang diperkirakan mulai terjadi secara bertahap mulai April hingga Juni 2026 di berbagai wilayah.
Dari data itu, sebenarnya sebagian Jambi memasuki kemarau pada Mei dan Juni. Namun pertengahan Maret, aliran sungai di Merangin justru sudah mulai menyusut. (Supmedi)












