Miliki 32 Rumah Walet, SBW Jambi Tarik Minat Investor

- Penulis

Sunday, 24 January 2021 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selayang.id, Jambi — Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Jambi menyambut baik pembangunan rumah pemrosesan walet yang saat ini tengah dalam masa pembangunan dan diperkirakan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2021.


“Jambi memiliki 32 rumah walet yang telah teregistrasi dan letaknya tersebar di beberapa kabupaten, ” kata Kepala Karantina Pertanian Jambi, Turhadi Noerachman sesaat setelah menerima Ketua Asosiasi Sarang Burung Walet dari Komite Industri Pangan Cina, Wang Qiang, Jumat (22/1) lalu.


Menurut Turhadi, ke-32 rumah walet di Provinsi Jambi tersebar di lima kabupaten, yakni masing-masing di Batanghari, Kota Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi hingga Sarolangun.


Masih menurut Turhadi, sarang burung walet (SBW) yang dihasilkan dari rumah walet di Jambi langsung dikirimkan ke Surabaya, Semarang dan kota lainnya dalam bentuk ‘raw material’. Hal ini karena belum adanya rumah pemrosesan. Selain harganya yang rendah, sehingga membuat industri SBW  belum dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan, tambahnya.


Sebagai informasi, SBW asal Jambi selain dilalulintaskan antar area juga diekspor ke Malaysia dan Singapura sebagai barang bawaan atau tentengan.


Dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST diwilayah Karantina Pertanian Jambi tercatat ekspor SBW  ditahun 2019 mencapai 42,224 kg dengan nilai ekonomi Rp. 844,48 juta. Namun dimasa  pandemi Covid19, tahun 2020 dengan pemberlakukan pembatasan dan karantina wilayah, ekspor SBW Jambi hanya 9,5 kilogram dengan nilai Rp. 190 juta saja.


Pada kesempatan yang sama, Wang menyampaikan pihaknya tertarik untuk berinvestasi di industri rumah pemrosesan setelah melihat potensi SBW Jambi yang cukup besar. 
Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun, ia berkomitmen untuk segera merealisasikan fasilitas pengolahan SBW. “Saya berharap, Karantina Pertanian Jambi dapat memberikan bimbingan dan pendampingan teknis.

Sehingga SBW yang dihasilkan nantinya dapat sesuai standard ekspor baik dari segi kualitas, maupun harga,” kata Wang.
Dari penjelasan yang disampaikan, pabrik pengolahan walet yang tengah dibangun terdiri dari pabrik pemrosesan bahan baku (walet), pengolahan walet menjadi makanan/minuman, pengolahan walet menjadi bahan kosmetik. 


“Kedepan, potensi raw material SBW di Jambi dapat dikelola sendiri dan  tidak lari ke negara lain,” imbuh Wang.


*SBW, Industri Padat Karya
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengapresiasi upaya peningkatan ekspor berupa pembangunan industri olahan SBW di Jambi.


Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) yang mendorong kenaikan nilai ekspor pertanian hingga tiga kali lipat, atau Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) Pertanian.


“SBW sebagai komoditas sub sektor peternakan masuk kedalam program komoditas unggulan ekspor. Ditjen PKH akan fokus pada pembinaan produktivitasnya, kami di Karantina Pertanian mengawal proses eksportasinya,” kata Jamil.


Seperti diketahui, ekspor SBW secara nasional selama masa pandemi COVID-19 tercatat sebanyak 1.155 ton dengan nilai Rp 28,9 triliun. Pencapaiannya telah memberikan dampak positif terhadap kinerja ekspor pertanian di tahun 2020.
Total nilai investasi rumah pemrosesan yang tengah dibangun disebutkan sebesar Rp. 100 milyar.

Diatas  luas lahan 2,5 hektar dengan kapasitas produksi  sebesar 100 ton SBW per tahun dan diperkirakan dapat menyerap jumlah tenaga kerja sebanyak 2.600 orang. 


“Rumah pemrosesan walet merupakan industri padat karya, sehingga selain dapat meningkatkan kesejahteraan peternak walet sekaligus dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tutup Turhadi.(*Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel selayangnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tata Kelola Sehat, Fondasi Bank Jambi Menuju Bank Daerah yang Kredibel
Bank Jambi Perkuat Sistem dan Budaya Layanan, Keamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
Bank Jambi Percepat Digitalisasi Keuangan Tanjab Barat, SP2D Online Resmi Berjalan.
Dua Direksi Bank Jambi Resmi Sandang CRM, Perkuat Fondasi Manajemen Risiko
Dirut Bank Jambi Turut Teken Peluncuran Tiga PPDS UNJA Secara Elektronik
Momentum HPN 2026, Dirut Bank Jambi Dorong Pers Profesional dan Berintegritas
Agen 9 Bank Jambi Perluas Inklusi Keuangan, Perkuat Layanan Perbankan Hingga Pelosok Daerah
YPSSI Dukung Pemulihan Penumpang Maxim Korban Kecelakaan Senilai Lebih dari Rp10 Juta di Jambi
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 14 February 2026 - 11:58 WIB

Tata Kelola Sehat, Fondasi Bank Jambi Menuju Bank Daerah yang Kredibel

Friday, 13 February 2026 - 14:48 WIB

Bank Jambi Perkuat Sistem dan Budaya Layanan, Keamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama

Friday, 13 February 2026 - 13:57 WIB

Bank Jambi Percepat Digitalisasi Keuangan Tanjab Barat, SP2D Online Resmi Berjalan.

Friday, 13 February 2026 - 13:56 WIB

Dua Direksi Bank Jambi Resmi Sandang CRM, Perkuat Fondasi Manajemen Risiko

Wednesday, 11 February 2026 - 22:58 WIB

Dirut Bank Jambi Turut Teken Peluncuran Tiga PPDS UNJA Secara Elektronik

Berita Terbaru

ADVERTORIAL

Tata Kelola Sehat, Fondasi Bank Jambi Menuju Bank Daerah yang Kredibel

Saturday, 14 Feb 2026 - 11:58 WIB