Selayangnews.id – Komitmen memperkuat tata kelola dan ketahanan industri perbankan kembali ditegaskan jajaran direksi Bank Jambi. Dua pimpinan bank pembangunan daerah tersebut kini resmi menyandang gelar Certified Risk Management (CRM), yakni Direktur Operasional Zulfikar, S.E., M.M., CRM serta Direktur Kredit dan Syariah Yufni Zarman, S.E., M.M., CRM.
Keduanya memperoleh pengakuan tersebut melalui Program Pemeliharaan Sertifikasi Manajemen Risiko J7 yang digelar oleh Indonesian Risk Professional Association bersama Badan Sertifikasi Manajemen Risiko. Prosesi inaugurasi berlangsung di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Selasa (10/2).
Pencapaian ini bukan sekadar seremoni penyematan gelar, melainkan bentuk pengakuan atas kompetensi profesional di bidang manajemen risiko yang memenuhi standar nasional dan internasional. Sertifikasi CRM menegaskan kapasitas pejabat jasa keuangan dalam menerapkan sistem pengelolaan risiko secara terstruktur, komprehensif, dan berkelanjutan.
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menegaskan bahwa penguatan kompetensi di bidang manajemen risiko menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks. Menurutnya, ketangguhan perbankan sangat ditentukan oleh kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, mengendalikan, serta memantau seluruh potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian target korporasi.
“Pengakuan ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang tanggung jawab menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap industri perbankan,” ujarnya.
Program pemeliharaan sertifikasi yang dijalankan menjadi bagian dari upaya memastikan kompetensi para profesional tetap relevan dengan perkembangan regulasi dan praktik manajemen risiko terkini. Gelar CRM sendiri telah diakui otoritas sebagai standar kompetensi bagi pejabat di sektor jasa keuangan, baik perbankan maupun non-perbankan.
Dengan bertambahnya direksi yang mengantongi sertifikasi CRM, Bank Jambi mempertegas langkahnya dalam memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis risiko, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.












