Selayangnews.id – Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, SE, MM, menegaskan bahwa komitmen terhadap keamanan dan kenyamanan nasabah bukan sekadar slogan institusi, melainkan prinsip fundamental yang menjadi landasan setiap kebijakan dan langkah operasional perusahaan.
Di tengah kompetisi industri perbankan yang semakin ketat dan percepatan digitalisasi layanan keuangan, manajemen Bank Jambi memperkuat struktur internal melalui optimalisasi manajemen risiko, sistem pengendalian yang ketat, serta peningkatan perlindungan data dan transaksi nasabah.
Menurut Khairul, industri perbankan bertumpu pada satu fondasi utama: kepercayaan. Tanpa kepercayaan publik, institusi keuangan tidak memiliki legitimasi untuk tumbuh. Karena itu, Bank Jambi memastikan seluruh sistem berjalan dengan integritas tinggi, keamanan berlapis, dan standar layanan yang konsisten.
Penguatan tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembaruan infrastruktur teknologi informasi, peningkatan pengawasan transaksi elektronik, hingga penerapan kepatuhan ketat terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Transformasi digital juga terus dipacu, termasuk pengembangan layanan mobile banking yang kini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Namun pembenahan tidak berhenti pada aspek teknologi. Bank Jambi juga melakukan transformasi budaya kerja dengan menanamkan pola pikir berorientasi nasabah (customer-oriented mindset) kepada seluruh karyawan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya petugas layanan terdepan, dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan agar pelayanan yang diberikan lebih responsif, akurat, dan solutif.
“Transformasi yang kami jalankan tidak hanya digital, tetapi juga menyentuh kultur organisasi. Kepuasan nasabah harus menjadi indikator utama kinerja,” tegas Khairul.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jambi tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian (prudential banking) dalam penyaluran kredit, sembari memperkuat fungsi intermediasi untuk mendukung pelaku UMKM dan sektor produktif. Langkah ini dinilai penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan stabilitas keuangan daerah.
Khairul menekankan bahwa peran strategis Bank Jambi tidak hanya terbatas pada fungsi perbankan semata, tetapi juga sebagai motor penggerak inklusi keuangan dan pemerataan akses pembiayaan di Provinsi Jambi.
“Sebagai bank milik masyarakat Jambi, kami memastikan setiap layanan yang diberikan memenuhi standar keamanan, transparansi, dan profesionalisme,” ujarnya.
Dengan penguatan tata kelola, sistem keamanan, serta kualitas layanan yang berkelanjutan, manajemen optimistis Bank Jambi mampu memperkokoh kepercayaan publik dan tumbuh sebagai bank pembangunan daerah yang modern, adaptif, dan kompetitif di tingkat nasional.(*)












