Penetapan dua komisaris independen baru Bank Jambi dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat fungsi pengawasan sekaligus mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang semakin baik.
Kedua figur tersebut adalah Dr. Fitriaty, S.E., M.M. dan H. Ahmad Jais, S.E., M.E.I. Kehadiran keduanya membawa latar belakang serta pengalaman yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dalam menjalankan fungsi pengawasan dan mengawal arah pengelolaan Bank Jambi.
Komisaris Utama Bank Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., mengatakan penetapan jajaran komisaris tersebut telah dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada akhir September 2026.
“Akhir September kemarin sudah ditetapkan dalam RUPS LB tiga komisaris, harapannya kita bisa bekerjasama dan bersinergi untuk kepentingan Bank Jambi,” ujar Sudirman dalam wawancara, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, sinergi antara jajaran komisaris dan direksi menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan Bank Jambi berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta tetap memperhatikan kepentingan para pemegang saham, khususnya pemerintah daerah.
“Membangun sinergi dengan jajaran direksi dan memperhatikan kepentingan pemegang saham (Pemda), kita punya kewajiban untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat terkait penyelesaian insiden cyber dalam rangka membangun kepercayaan nasabah kepada Bank Jambi,” tegasnya.
Sudirman menambahkan, fungsi komisaris tidak hanya berkaitan dengan pengawasan terhadap kinerja manajemen, tetapi juga memberikan masukan dan nasihat kepada jajaran direksi dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi perseroan.
Kehadiran komisaris independen baru tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat mekanisme check and balance di lingkungan Bank Jambi. Selain itu, penguatan fungsi pengawasan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dan nasabah terhadap keberlangsungan serta tata kelola bank.
Dengan formasi baru jajaran komisaris, Bank Jambi diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara komisaris, direksi, dan pemegang saham dalam menghadapi berbagai agenda strategis perusahaan ke depan.












